Hotel A Banjarmasin, dulu dikenal sebagai Hotel Arum Kalimantan, adalah hotel bintang empat yang kini terbengkalai di pusat kota. Tragedi Jumat Kelabu pada 23 Mei 1997 menjadi titik balik yang merusak reputasinya, disusul penutupan permanen pada 2017 dan kebakaran setahun kemudian. Artikel ini menyajikan kronologi lengkap, kontroversi seputar bangunannya, serta pilihan hotel aktif lain di Banjarmasin sebagai perbandingan, berdasarkan data dari platform reservasi, laporan media, dan catatan arsitektur. Indoplaces mencatat hotel ini beroperasi sejak 1991 sebelum berhenti total pada 2017.
Last checked: 2026-09-21
Bandingkan harga terendah dan ulasan tamu. Banyak pilihan dengan pembatalan gratis.Lihat harga
Gabungkan penerbangan + hotel dan bandingkan penawaran serta hadiah di satu tempat.Lihat hargaTautan ini berisi iklan afiliasi. Harga dan ketersediaan dapat berubah di situs tujuan.
Lokasi: Banjarmasin, Indonesia · Kelas: Hotel Bintang 4 · Tahun Berdiri: 1991 · Status Terkini: Tutup, potensi karantina · Harga Mulai: Rp 84.292
Metode Riset
Pemeriksaan terakhir: 10 Desember 2025.
Sumber yang ditinjau: Platform reservasi online (Agoda, Traveloka), situs ulasan (Indoplaces), laporan media lokal (Jejakrekam, Tribun Jateng), situs kajian arsitektur (Setiap Gedung ID), dan data direktori akomodasi BPS.
Kami tidak melakukan kunjungan lapangan ke lokasi hotel, tidak mewawancarai manajemen atau pemilik properti, dan tidak melakukan verifikasi harga mandiri terhadap listing yang muncul di platform daring.
Sekilas Tentang Hotel A Banjarmasin
- Hotel A terletak di simpang empat Jalan Lambung Mangkurat–Pangeran Samudera, pusat Kota Banjarmasin. (Jejakrekam)
- Hotel bintang 4 dengan 148–149 kamar, kolam renang, klub malam, dan ruang rapat. (Jejakrekam)
- Mulai beroperasi tahun 1991, tutup permanen pada 2017. Kebakaran terjadi 6 Februari 2018. (Indoplaces)
- Bangunan menjadi sasaran kerusuhan Jumat Kelabu pada 23 Mei 1997; kini dikenal sebagai tempat angker. (Setiap Gedung ID)
| Aspek | Detail |
|---|---|
| Lokasi | Simpang empat Jl. Lambung Mangkurat–Pangeran Samudera, Banjarmasin, Indonesia |
| Kelas | Hotel Bintang 4 |
| Tahun Berdiri | 1991 |
| Jumlah Kamar | 148–149 kamar |
| Fasilitas | Kolam renang, klub malam, coffee shop, ruang rapat, cottage |
| Status Terkini | Tutup permanen sejak 2017, sempat terbakar 2018 |
| Insiden Bersejarah | Terkena dampak kerusuhan Jumat Kelabu 23 Mei 1997 |
| Harga Historis | Sekitar Rp554.583 per malam (listing Agoda 2023) |
Hotel A Banjarmasin Tutup Tahun Berapa?
Hotel A Banjarmasin berhenti menerima tamu dan menutup operasionalnya secara permanen pada 2017. Setiap Gedung ID mencatat bahwa bangunan mangkrak total setelah berhenti beroperasi. Kurang dari setahun kemudian, pada 6 Februari 2018, kebakaran besar melanda hotel tersebut, terutama merusak lantai bawah bangunan.
Sumber lokal dari Indoplaces mengonfirmasi bahwa sejak 2017 hotel ini dalam kondisi tidak terawat dan tidak layak huni. Sempat beredar wacana pada 2020 bahwa bangunan akan dialihfungsikan menjadi rumah sakit modern MMC Hospital Banjarmasin, namun hingga kini belum ada realisasi proyek tersebut.
Kesimpulan: Penutupan terjadi pada 2017, disusul kebakaran 2018, dan bangunan masih mangkrak hingga 2025.
Kenapa Hotel A Banjarmasin Terbengkalai?
Setidaknya ada tiga faktor utama yang menyebabkan Hotel A terbengkalai: ekonomi, keamanan, dan kebijakan.
Faktor Ekonomi dan Politik
Menurut laporan Setiap Gedung ID, pengelola hotel mengalami kesulitan modal setelah masa operasi. Ada upaya dari politisi lokal untuk mendorong Pemerintah Daerah dan Bank Kalsel menalangi operasional, namun upaya itu tidak membuahkan hasil. Tanpa suntikan dana yang cukup, hotel terus merugi hingga akhirnya tutup.
Isu Keamanan: Tragedi Jumat Kelabu
Peristiwa paling krusial adalah kerusuhan politik yang dikenal sebagai Jumat Kelabu pada 23 Mei 1997. Massa merusak dan membakar Plaza Junjung Buih serta bagian bangunan Hotel A. Tribun Jateng melaporkan bahwa insiden ini meninggalkan trauma kolektif dan membuat reputasi hotel anjlok, terutama karena lokasinya yang menjadi pusat kerusuhan.
Peran Pemerintah Kota
Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina pernah meninjau bangunan hotel pada tahun 2021, yang menunjukkan perhatian pemerintah kota terhadap aset properti besar yang mangkrak di pusat kota. Namun, belum ada kebijakan konkret yang diambil untuk merevitalisasi atau mengamankan bangunan tersebut.
Kesimpulan: Kombinasi kesulitan finansial, kerusuhan politik 1997, dan ketiadaan intervensi kebijakan yang efektif membuat Hotel A mangkrak hingga kini.
Bagaimana Sejarah Hotel A Banjarmasin?
Hotel A Banjarmasin memiliki perjalanan sejarah yang panjang, dimulai sejak akhir 1980-an.
Awal Berdirinya
Kompleks Junjung Buih Plaza dan Hotel Arum dibangun oleh PT Karya Perdana Utama mulai Februari 1989 hingga Desember 1990. Bangunan dirancang setinggi 9 lantai dengan 1 basement. Setiap Gedung ID mencatat bahwa peninggian jumlah lantai dari rencana awal 6 menjadi 9 lantai sempat menuai kontroversi karena dianggap melampaui tinggi gedung Bank Indonesia setempat, menjadi simbol lemahnya pengawasan perencanaan bangunan oleh Pemkot Banjarmasin saat itu.
Masa Kejayaan
Hotel dibuka sebagai hotel bintang empat pada 1991 dengan nama Arum Kalimantan Hotel. Dalam Direktori Perusahaan Penyediaan Akomodasi tahun 2006 yang diterbitkan BPS, hotel ini tercatat dengan nama tersebut, dan baru disingkat menjadi A Hotel dalam direktori 2013. Saat beroperasi penuh, hotel menawarkan 148–149 kamar, kolam renang, ruang rapat, klub malam, dan coffee shop.
Puncak Kontroversi
Kerusuhan Jumat Kelabu 1997 menjadi tragedi terbesar yang menimpa hotel ini. Setelah itu, hotel terus beroperasi namun dalam kondisi menurun. Penutupan total terjadi pada 2017, disusul kebakaran pada 2018.
Kesimpulan: Hotel yang semula menjadi ikon pusat kota ini lahir dari kontroversi perencanaan bangunan, mengalami kejayaan singkat, dan runtuh setelah trauma politik 1997.
“Nasib Hotel A yang dulu bernama Hotel Arum Kalimantan berada di jantung kota Banjarmasin, seakan dibiarkan terbengkalai.” – Jejakrekam (2020)
Garis Waktu Hotel A Banjarmasin
- Februari 1989 – Pembangunan Kompleks Junjung Buih Plaza/Hotel Arum dimulai oleh PT Karya Perdana Utama.
- Desember 1990–1991 – Hotel Arum Kalimantan mulai beroperasi sebagai hotel bintang 4.
- 23 Mei 1997 – Kerusuhan Jumat Kelabu merusak dan membakar Plaza Junjung Buih serta bagian A Hotel.
- 2017 – Hotel A berhenti beroperasi secara permanen.
- 6 Februari 2018 – Kebakaran besar merusak lantai bawah bangunan.
- Agustus 2020 – Beredar isu alih fungsi menjadi MMC Hospital Banjarmasin, belum terlaksana.
- 2021 – Wali Kota Ibnu Sina meninjau bangunan.
- 11 Juli 2023 – Aktivitas pengecatan dan pembersihan; muncul listing di Agoda dengan harga Rp554.583 per malam.
Apakah Ada Hotel Bintang 5 di Banjarmasin?
Ya, meskipun Hotel A bukan termasuk hotel bintang 5, Banjarmasin memiliki beberapa hotel bintang 4 dan 5 yang masih beroperasi. Berikut beberapa opsi yang tercatat di platform reservasi.
| Nama Hotel | Kelas | Harga Mulai | Platform | Fokus |
|---|---|---|---|---|
| A Hotel Banjarmasin | Bintang 4 (mangkrak) | Rp554.583 (historis) | Agoda | Sejarah & kontroversi |
| Golden Tulip Galaxy Hotel Banjarmasin | Bintang 4 | Rp400.000–Rp800.000 | Hotels.com | Bisnis & rekreasi |
| Harper Banjarmasin by ASTON | Bintang 4 | Rp600.000–Rp900.000 | Traveloka | Bisnis modern |
| TreePark Hotel Banjarmasin | Bintang 4 | Rp500.000–Rp700.000 | Agoda | Keluarga |
| Flash Hotel Banjarmasin | Bintang 3 | Rp200.000–Rp350.000 | Traveloka | Budget & backpacker |
Kesimpulan: Hotel bintang 5 murni tidak terdaftar di Banjarmasin; hotel bintang 4 seperti Golden Tulip Galaxy dan Harper Banjarmasin menjadi alternatif tertinggi yang masih beroperasi.
Berapa Harga Kamar Hotel HBI Banjarmasin?
Pertanyaan ini perlu diluruskan: berdasarkan data yang tersedia, tidak ada entitas hotel dengan nama resmi “HBI Banjarmasin” yang dapat diverifikasi. Istilah HBI mungkin merujuk pada singkatan tidak resmi atau nama lama Hotel Arum (A Hotel). Jika yang dimaksud adalah Hotel A (Arum) Banjarmasin, berikut data historisnya:
Jejakrekam pada Juli 2023 melaporkan bahwa Hotel A muncul di platform Agoda dengan tarif sekitar Rp554.583 per malam, menawarkan fasilitas pijat, restoran, pusat kebugaran, dan WiFi gratis. Namun, karena hotel sudah tidak beroperasi secara fisik, listing ini kemungkinan besar merupakan data usang atau kesalahan sistem.
Sebagai perbandingan, Traveloka mencatat harga hotel bintang 3–4 di Banjarmasin saat ini berkisar antara Rp200.000 hingga Rp800.000 per malam. Tarif historis Hotel A di kisaran Rp500.000–Rp600.000 menempatkannya di segmen menengah–atas lokal pada zamannya.
Apa Itu HBI Banjarmasin?
HBI adalah singkatan yang muncul dalam beberapa diskusi daring, namun tidak ada sumber resmi yang mengidentifikasi HBI sebagai nama hotel, perusahaan, atau lembaga di Banjarmasin. Kemungkinan terbesar: HBI adalah varian ejaan atau singkatan tidak resmi dari Hotel A (Arum) atau Hotel Arum Kalimantan. Sampai ada konfirmasi dari sumber lokal seperti Pemerintah Kota Banjarmasin atau Dinas Pariwisata setempat, kami tidak dapat memvalidasi entitas ini sebagai hotel mandiri.
Kesimpulan: HBI belum terverifikasi sebagai entitas resmi. Informasi lebih lanjut dapat diperoleh dari sumber pemerintah daerah atau arsip direktori akomodasi BPS.
Rekomendasi Hotel di Banjarmasin
Berdasarkan data dari Traveloka, Agoda, dan Hotels.com, berikut rekomendasi hotel aktif di Banjarmasin yang disesuaikan dengan segmen wisatawan:
| Segmen | Hotel Rekomendasi | Kisaran Harga | Keunggulan |
|---|---|---|---|
| Wisatawan dengan anggaran terbatas | Flash Hotel Banjarmasin | Rp200.000–Rp350.000 | Lokasi strategis, harga murah |
| Pencari hotel dekat pusat kota | Harper Banjarmasin by ASTON | Rp600.000–Rp900.000 | Dekat pusat perbelanjaan |
| Pasangan yang mencari ketenangan | TreePark Hotel Banjarmasin | Rp500.000–Rp700.000 | Suasana tenang, fasilitas lengkap |
| Wisatawan bisnis | Golden Tulip Galaxy Hotel Banjarmasin | Rp400.000–Rp800.000 | Ruang rapat, pusat bisnis |
Kesimpulan: Pilihan terbaik tergantung anggaran dan kebutuhan. Flash Hotel untuk budget ketat, Harper Banjarmasin untuk lokasi strategis, dan Golden Tulip Galaxy untuk fasilitas bisnis.
“Hotel A (Arum) Banjarmasin/Kalimantan di jantung kota… jadi perhatian publik.” – Jejakrekam (2023)
Rekomendasi Kami untuk Hotel di Banjarmasin
Untuk pemburu diskon: Flash Hotel Banjarmasin menawarkan harga mulai Rp200.000 per malam dengan fasilitas dasar yang memadai.
Untuk pencari kenyamanan: Golden Tulip Galaxy Hotel Banjarmasin dengan tarif sekitar Rp400.000–Rp800.000 memberikan pelayanan bintang 4 yang terverifikasi.
Untuk ekspatriat atau wisatawan yang ingin merasakan suasana lokal: Harper Banjarmasin by ASTON berlokasi di pusat kota dekat dengan pasar tradisional dan kuliner khas Banjarmasin.
Sebaiknya pilih hotel lain selain A Hotel karena status operasionalnya sudah berhenti total sejak 2017 dan kondisi bangunan tidak layak huni.
youtube.com, oyorooms.com, traveloka.com, sobathiking.com, jejakrekam.com
Pertanyaan Umum (FAQ) tentang Hotel A Banjarmasin
Apakah kantor A Hotel Banjarmasin masih buka?
Tidak. Hotel A sudah tidak beroperasi sejak 2017. Sempat ada wacana pada 2020 untuk dijadikan tempat karantina ODP, namun tidak ada realisasi.
Bagaimana reputasi hotel ini di mata pengunjung sebelum ditutup?
Data ulasan tidak tersedia secara luas. Namun, insiden Jumat Kelabu 1997 dan laporan media tentang citra angker sejak 2022 meninggalkan persepsi negatif yang kuat terhadap bangunan ini.
Adakah hotel mewah lain di Banjarmasin yang masih beroperasi?
Ya. Golden Tulip Galaxy Hotel Banjarmasin dan Harper Banjarmasin by ASTON adalah hotel bintang 4 yang masih aktif dengan tarif antara Rp400.000 hingga Rp900.000 per malam.
Apa penyebab pasti kerusuhan Jumat Kelabu di Banjarmasin?
Sumber resmi tidak menyebutkan detail tunggal. Setiap Gedung ID mencatat kerusuhan ini sebagai peristiwa politik yang melibatkan massa dan mengakibatkan kerusakan pada Plaza Junjung Buih serta A Hotel.
Kapan tragedi Jumat Kelabu terjadi?
Tanggal pasti peristiwa adalah 23 Mei 1997.
Apakah disarankan menginap di hotel yang pernah terbengkalai?
Tidak direkomendasikan. Hotel A sudah tidak beroperasi selama lebih dari 7 tahun, pernah terbakar, dan kondisi bangunan tidak layak huni. Pilih hotel alternatif yang masih aktif.