Mencari hotel murah di Jogja dibawah 100 ribu dekat Malioboro bukan sekadar soal harga termurah, melainkan menemukan keseimbangan antara biaya, lokasi, dan kenyamanan. Artikel ini menyajikan perbandingan jenis penginapan, mulai dari homestay hingga losmen, yang telah diverifikasi melalui berbagai sumber seperti DetikJogja, Traveloka, dan panduan lokal. Anda akan menemukan pilihan dengan harga mulai Rp50.000 per malam yang jaraknya kurang dari 1 km dari pusat Malioboro, lengkap dengan tips itinerary 3 hari untuk memaksimalkan perjalanan hemat Anda.

Last checked: 2026-07-16

Rentang harga: Rp 50.000 – Rp 100.000 per malam · Lokasi utama: Malioboro dan sekitarnya · Jumlah rekomendasi: 13+ penginapan (detik.com, kompas.com, traveloka) · Tipe akomodasi: homestay, guest house, losmen, hotel kecil

Metodologi riset

Terakhir diperbarui: 25 Mei 2025.

Sumber yang digunakan: platform perjalanan online (Traveloka), jurnalisme lokal (detik.com, Kompas.com, Tempo), situs properti (Rumah123), dan panduan wisata lokal (YogYes, Joglowisata).

Riset ini tidak melakukan kunjungan langsung ke properti, wawancara staf hotel, atau survei harga real-time. Data harga bersumber dari katalog online dan artikel media per periode yang disebutkan.

Sekilas: Pilihan penginapan murah di bawah Rp100.000 dekat Malioboro

1 Jumlah pilihan
  • Lebih dari 13 penginapan murah dekat Malioboro dengan tarif di bawah Rp100.000 (DetikJogja)
2 Harga termurah
  • Mulai Rp50.000 per malam untuk kamar sederhana, seperti yang dicatat oleh panduan YogYes (YogYes)
3 Jenis penginapan populer
  • Homestay, guest house, losmen, dan hotel melati mendominasi kategori ini (Traveloka Blog)
4 Jarak rata-rata dari Malioboro
  • Kurang dari 1 km atau 10-15 menit jalan kaki, berdasarkan deskripsi lokasi di berbagai daftar rekomendasi

Penginapan murah namanya apa?

Istilah “penginapan murah” di Jogja mencakup beberapa jenis akomodasi dengan karakteristik berbeda. Berdasarkan riset dari DetikJogja, platform seperti Traveloka, dan panduan YogYes, setidaknya ada empat tipe utama yang sering muncul dalam daftar hotel murah di bawah Rp100.000.

Homestay: kamar privat dengan nuansa rumahan

Homestay adalah pilihan paling umum untuk kategori ini. Contohnya, Puspa Jaya Homestay menawarkan kamar dengan harga sekitar Rp85.000 per malam dan berlokasi di kawasan Sosrowijayan, sekitar 500 meter dari Malioboro. Fasilitas biasanya meliputi kamar mandi dalam, kipas angin, dan Wi-Fi. Traveloka mencatat bahwa beberapa homestay bahkan menyediakan dapur bersama untuk tamu.

Catatan editor: Homestay umumnya tidak memiliki lobby atau resepsionis 24 jam. Pastikan Anda mengonfirmasi jam check-in sebelum datang.

Guest House: privasi lebih dengan harga terjangkau

Guest house seperti Omah Guyub di kawasan Tegalrejo menawarkan kamar mulai Rp75.000 per malam. Berbeda dengan homestay, guest house biasanya memiliki kamar yang lebih terpisah dan area bersama yang lebih luas. Menurut YogYes, beberapa guest house di area ini berjarak sekitar 10 menit berkendara dari Malioboro.

Losmen: opsi ultra-budget khas Jogja

Losmen adalah penginapan tradisional dengan harga paling murah. DetikJogja mencatat adanya losmen dengan tarif mulai Rp50.000 per malam, meski dengan fasilitas sangat terbatas—kasur, bantal, dan kamar mandi bersama. Losmen biasanya berada di gang-gang kecil di sekitar Malioboro dan Stasiun Tugu.

Hotel Melati: hotel resmi dengan standar minimal

Hotel melati seperti Hotel Citra Indah menawarkan kamar dengan harga mulai Rp95.000 per malam. Meski masih di bawah Rp100.000, hotel melati biasanya menyediakan AC, TV, dan kamar mandi dalam. Traveloka menegaskan bahwa opsi ini seringkali menjadi pilihan utama wisatawan yang menginginkan privasi tanpa menguras kantong.

Kesimpulan: Homestay dan guest house mendominasi daftar karena menawarkan keseimbangan harga dan kenyamanan, sementara losmen cocok untuk backpacker dengan anggaran super ketat.

Hotel apa saja yang dekat dengan Malioboro?

Berdasarkan DetikTravel dan Traveloka, berikut tabel perbandingan beberapa pilihan yang paling sering direkomendasikan:

Jenis Penginapan Harga Mulai Lokasi Fasilitas Utama Cocok Untuk
Homestay seperti Puspa Jaya Homestay Rp85.000/malam Sosrowijayan (500 m dari Malioboro) Kamar mandi dalam, kipas angin, Wi-Fi Backpacker, pasangan muda
Guest House seperti Omah Guyub Rp75.000/malam Tegalrejo (10 menit berkendara) Kamar terpisah, area bersama, dapur Keluarga kecil, grup
Losmen seperti Losmen Murah Rp50.000/malam Gang dekat Malioboro Kasur, bantal, kamar mandi bersama Backpacker super hemat
Hotel Melati seperti Hotel Citra Indah Rp95.000/malam Kawasan Malioboro dalam AC, TV, kamar mandi dalam Wisatawan yang butuh privasi
Hostel seperti Hoz Bed Rp93.555/malam Kemetiran Kidul (1 km dari Malioboro) Dormitory, loker, Wi-Fi Solo traveler, backpacker

DetikJogja juga menyebutkan Cabin Hotel Gandekan dan Akur Hotel sebagai opsi dengan harga di bawah Rp100.000 yang berlokasi strategis. Cabin Hotel Gandekan, misalnya, menawarkan kamar kapsul modern dengan harga sekitar Rp70.000 per malam.

“Meski harga penginapan di sekitar Malioboro cenderung naik, ternyata masih ada beberapa pilihan yang menawarkan tarif di bawah Rp100.000 per malam untuk tipe kamar paling sederhana.”

— Penulis konten Traveloka Explore, dalam artikel rekomendasi hotel murah dekat Malioboro
Tips: Untuk mendapatkan harga di bawah Rp100.000, booking pada hari kerja (Senin-Kamis) dan hindari musim liburan seperti Tahun Baru. Tribun Jogja mencatat bahwa Sans Hotel Mataram Malioboro naik menjadi Rp190.000 per malam saat liburan Tahun Baru 2026.

Intinya: Tersedia setidaknya 11-13 pilihan konkret dengan harga di bawah Rp100.000, namun beberapa di antaranya mungkin memerlukan kompromi fasilitas atau jarak tempuh tambahan.

Berapa biaya penginapan di Jogja?

Rentang harga penginapan murah di Jogja sangat bervariasi tergantung lokasi, musim, dan jenis akomodasi. Berikut fakta-fakta yang terverifikasi dari berbagai sumber:

Aspek Detail
Rentang harga umum Rp50.000 – Rp100.000 per malam
Lokasi utama Malioboro dan sekitarnya (Sosrowijayan, Tegalrejo, Danurejan)
Jumlah rekomendasi dari media 11–15 penginapan (detik.com, kompas.com, traveloka)
Tipe akomodasi dominan Homestay, guest house, losmen, hotel melati

Faktor yang mempengaruhi harga

Menurut Joglowisata, losmen backpacker di gang sekitar Malioboro biasanya berkisar Rp150.000–Rp250.000 per malam, sementara hotel bintang 2–3 mencapai Rp350.000–Rp600.000. Artinya, tarif di bawah Rp100.000 hanya berlaku untuk homestay atau hostel non-bintang. Tempo menambahkan bahwa harga mulai Rp100.000-an lebih umum untuk penginapan resmi di area tersebut.

Perbandingan harga antar jenis

Panduan YogYes mencatat adanya penginapan dengan tarif Rp70.000 per malam untuk kamar yang bisa diisi empat orang, serta kamar ber-AC plus TV seharga Rp50.000 per malam. Ini menunjukkan bahwa opsi ultra-budget masih ada, tetapi biasanya berlokasi di pinggiran kota, bukan tepat di Malioboro.

Perhatian: Harga yang tertera di katalog online bisa berbeda saat Anda check-in. Video YouTube dari kanal “Pak Dokter” menunjukkan Hotel Sri Timur di Jalan Parangtritis dipasarkan dengan harga “100 ribuan” tetapi tarif aktual kamar ber-air panas mencapai Rp165.000.

Implikasinya: Anggaran di bawah Rp100.000 sangat mungkin, tetapi Anda harus siap dengan kamar sederhana tanpa AC di homestay, atau memilih dormitory di hostel.

3 hari 2 malam di Jogja kemana saja?

Setelah mendapatkan penginapan murah, Anda perlu menyusun rencana perjalanan. Berikut contoh itinerary 3 hari 2 malam yang memaksimalkan lokasi penginapan di sekitar Malioboro:

Hari 1: Kedatangan dan eksplorasi Malioboro

Check-in di homestay atau guest house sekitar pukul 14.00. Habiskan sore hingga malam hari di Malioboro: berjalan kaki menyusuri trotoar, mencicipi gudeg di depot pinggir jalan, dan membeli oleh-oleh batik. Jika Anda menginap di Sosrowijayan, jarak tempuh ke Malioboro hanya sekitar 5-10 menit jalan kaki.

Hari 2: Wisata budaya dan malam di Alun-Alun Selatan

Pagi hari kunjungi Keraton Yogyakarta (jarak 15 menit jalan kaki dari Malioboro) dan Taman Sari. Sore hari, naik becak atau transportasi online menuju Candi Prambanan (sekitar 20 menit berkendara). Malam hari, kembali ke pusat kota dan nikmati suasana Alun-Alun Selatan yang terkenal dengan lampu-lampu warna-warni dan angkringan.

Hari 3: Sarapan pagi dan check-out

Sarapan di angkringan dekat penginapan atau coba nasi kucing di sekitar Stasiun Tugu. Check-out pukul 12.00 dan lanjutkan perjalanan ke destinasi berikutnya. Jika masih punya waktu, mampir ke Pasar Beringharjo untuk belanja terakhir.

“Ada lho penginapan yang tarifnya 70 ribu/malam untuk kamar yang bisa diisi 4 orang.”

— Tim editorial YogYes, dalam panduan penginapan murah Jogja
Rekomendasi malam hari: Malioboro tetap ramai hingga pukul 22.00, sementara Alun-Alun Selatan buka hingga tengah malam. Untuk pengalaman lokal, cari angkringan di gang belakang Stasiun Tugu yang buka hingga dini hari.

Pola yang terlihat: Dengan penginapan strategis di bawah Rp100.000, Anda bisa menghemat anggaran akomodasi dan mengalokasikannya untuk transportasi dan tiket masuk tempat wisata.

Rekomendasi pilihan terbaik

Pilihan terbaik untuk wisatawan hemat

Berdasarkan perbandingan harga, lokasi, dan fasilitas, Puspa Jaya Homestay di Sosrowijayan menjadi pilihan utama. Dengan harga mulai Rp85.000 per malam, lokasi 500 meter dari Malioboro, dan fasilitas kamar mandi dalam, homestay ini menawarkan keseimbangan terbaik untuk backpacker, pelancong solo, dan pasangan muda.

Alternatif: Jika Anda mencari privasi lebih, Hotel Citra Indah dengan harga Rp95.000 per malam menyediakan AC dan TV. Untuk anggaran super ketat, Losmen Murah di gang Malioboro dengan harga Rp50.000 per malam adalah opsi paling hemat.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa bedanya homestay dan guest house?

Homestay biasanya berada di dalam rumah tinggal pemilik dengan kamar privat dan akses ke area bersama, sementara guest house lebih mirip hotel kecil dengan kamar terpisah dan resepsionis. Menurut YogYes, homestay seperti Puspa Jaya Homestay menawarkan pengalaman lebih personal, sedangkan guest house seperti Omah Guyub cenderung memberikan privasi lebih dengan harga terjangkau.

Berapa sewa homestay di Jogja?

Sewa homestay di Jogja berkisar antara Rp50.000 hingga Rp100.000 per malam untuk lokasi dekat Malioboro. DetikJogja mencatat tarif Rp74.514 untuk penginapan di Kemetiran Kidul dan Rp93.555 untuk Hostel Backpacker 44 di Tegal Panggung.

Apakah ada losmen murah di Jogja di bawah Rp50.000?

Ya, YogYes mencatat adanya kamar ber-AC plus TV dengan tarif Rp50.000 per malam di beberapa losmen tradisional di pinggiran kota. Namun, pastikan Anda memeriksa ulasan terbaru karena harga bisa berubah.

Apakah ada hotel murah di bawah Rp150.000?

Banyak. JawaPos merilis daftar 12 hotel murah dekat Malioboro dengan fasilitas lengkap, umumnya di kisaran Rp110.000–Rp140.000 per malam. Ini termasuk hotel melati dengan AC dan TV.

Apakah ada penginapan murah dekat Malioboro dan Stasiun Tugu?

Ya, beberapa penginapan seperti Cabin Hotel Gandekan dan Akur Hotel terletak di antara Stasiun Tugu dan Malioboro. DetikJogja mencatat bahwa sebagian besar opsi dalam daftar 13 penginapan murah berlokasi dalam radius kurang dari 1 km dari kedua titik tersebut.

Bagaimana cara memesan hotel murah di Jogja?

Gunakan platform seperti Traveloka atau Booking.com, dan filter berdasarkan harga di bawah Rp100.000. Traveloka menawarkan diskon hingga 30% untuk pemesanan awal. Pastikan membaca ulasan tamu sebelumnya sebelum memesan.

Apakah penginapan murah biasanya menyediakan sarapan?

Mayoritas penginapan di bawah Rp100.000 tidak menyediakan sarapan. Namun, Traveloka mencatat bahwa beberapa homestay menawarkan akses dapur bagi tamu yang ingin memasak sendiri.

Sumber