Rata-rata/malam €142 Okupansi 74 % Skor rata-rata 8,7 +0,2 Panduan baru Mingguan
Hemat

Profil Suba Hotel: Pemilik, Keuangan, IPO, dan Properti

Grup Hotel Suba, jaringan hotel independen terbesar ke-9 di India, baru saja mencatatkan sahamnya di papan SME NSE melalui IPO yang oversubscribed 15,4 kali pada Oktober 2025. Artikel ini mengupas kepemilikan, kinerja keuangan, portofolio merek, dan prospek ekspansi grup ini berdasarkan data prospektus, laporan keuangan, dan liputan media bisnis India.

Last checked: 2026-07-30

Nama Jaringan: Suba Hotels (Grup Hotel Suba) · Pendiri & Pemilik: Mansur Mehta · Peringkat Industri: Jaringan hotel terbesar ke-9 di India · Kinerja Keuangan Terbaru: Pendapatan INR 116 Crore di FY26, naik 45% YoY

Cara Kami Meneliti Ini

Terakhir diperiksa: 10 Oktober 2025.

Sumber yang ditinjau: situs resmi Suba Hotels, platform investasi (Zerodha, Bajaj Finserv, Groww, HDFC Sky), media keuangan dan bisnis (The Week/PTI, Entrepreneur India, Soul of Hospitality), serta portal analis IPO (IPOPlatform, InvestorZone).

Kami tidak melakukan kunjungan langsung ke properti, tidak mewawancarai staf hotel, dan tidak memverifikasi data secara independen di luar sumber yang disebutkan.

9Jaringan hotel terbesar ke-9 di India
45%Lonjakan pendapatan YoY
₹116 CrorePendapatan FY26
₹21 CroreDana dari investor anchor IPO

Sekilas Grup Hotel Suba

1 Pemilik & Pendiri
  • Grup Hotel Suba dimiliki oleh Mansur Mehta, dengan kantor pusat di Marathon Nextgen Innova, Lower Parel, Mumbai (Bajaj Finserv)
2 Peringkat Industri
  • Jaringan hotel terbesar ke-9 di India berdasarkan jumlah properti, dengan portofolio multi-merek dari segmen ekonomi hingga mewah (Entrepreneur India)
3 Kinerja Keuangan FY26
  • Pendapatan mencapai ₹115,89 crore, naik 45% YoY, dengan PAT ₹18,01 crore — rekor tertinggi sepanjang sejarah (Entrepreneur India)
4 IPO & Listing
  • IPO bertipe book building di NSE SME dengan ukuran emisi ₹75,47 crore, listing 7 Oktober 2025 di harga ₹154,20 (+38,9% dari price band atas ₹111) (Groww)

Fakta Utama Grup Suba Hotels

Nama JaringanSuba Hotels (Grup Hotel Suba) (Bajaj Finserv)
Pendiri & PemilikMansur Mehta
Peringkat IndustriJaringan hotel terbesar ke-9 di India
Kinerja Keuangan FY26Pendapatan ₹115,89 crore, naik 45% YoY; PAT ₹18,01 crore
Ukuran IPO₹75,47 crore (seluruhnya fresh issue, 67,99,200 saham)
Price Band IPO₹105–₹111 per saham (nilai nominal ₹10)
Listing Date7 Oktober 2025 di NSE SME
Harga Listing₹154,20 (+38,9%)
Oversubscription15,4 kali total; ritel >9 kali
Dana Anchor Investor₹21 crore dari 19,17 lakh saham
Porsi Promotor Pre-IPO84,69%
Porsi Promotor Post-IPO60,93%

Merek Apa Saja yang Dimiliki Suba Hotels?

Grup Hotel Suba mengelola portofolio multi-merek yang mencakup segmen ekonomi hingga mewah di berbagai kota India. Berdasarkan informasi dari situs resmi perusahaan, Suba Hotels mengoperasikan properti di bawah beberapa merek yang masing-masing menyasar segmen pasar berbeda — mulai dari hotel budget untuk pelancong bisnis hingga hotel bintang empat untuk wisatawan premium (Situs Resmi Suba Hotels).

Portofolio Merek Suba Hotels

Portofolio merek Suba Hotels mencakup Suba International, Suba Palace, Suba Elite, Suba Star, dan Suba Comfort — masing-masing dengan standar layanan dan fasilitas yang disesuaikan dengan target pasar. Suba International, misalnya, diposisikan sebagai hotel bintang empat yang melayani wisatawan korporat dan liburan, sementara Suba Star dan Suba Comfort menyasar segmen bisnis dan ekonomi (Situs Resmi Suba Hotels).

Dengan pendekatan multi-merek ini, Suba Hotels dapat mengelola properti milik sendiri maupun properti pihak ketiga di bawah model operasi yang fleksibel. Properti-properti tersebut tersebar di kota-kota seperti Mumbai, Ayodhya, Varanasi, Pune, Ahmedabad, dan beberapa kota lainnya di India.

Pola yang terlihat: Strategi multi-merek Suba Hotels memungkinkan grup ini menjangkau beberapa segmen harga sekaligus tanpa mengencerkan identitas merek utama — mirip dengan pendekatan yang digunakan jaringan hotel global besar.

Siapa Pemilik Suba Hotel Group?

Grup Hotel Suba dimiliki dan didirikan oleh Mansur Mehta, seorang pengusaha perhotelan India yang telah membangun jaringan ini sejak 1994. Berdasarkan data dari situs resmi perusahaan dan platform LinkedIn, kantor pusat grup ini berlokasi di Marathon Nextgen Innova, Lower Parel, Mumbai, dan mempekerjakan ribuan karyawan di seluruh properti yang dikelola (LinkedIn – Suba Group of Hotels).

Struktur Kepemilikan Sebelum dan Sesudah IPO

Data dari prospektus IPO yang dirangkum oleh Bajaj Finserv menunjukkan bahwa kelompok promotor — yang dipimpin oleh Mansur Mehta — memegang sekitar 84,69% saham sebelum IPO. Setelah IPO, porsi promotor turun menjadi sekitar 60,93%, sementara kepemilikan publik naik dari 15,31% menjadi sekitar 39,07% (Bajaj Finserv). Dilusi ini menunjukkan peningkatan free float yang signifikan, memungkinkan partisipasi investor ritel dan institusi dalam kepemilikan perusahaan.

Apa artinya ini: Dengan porsi promotor yang masih di atas 60% pasca-IPO, Mansur Mehta dan kelompoknya tetap memegang kendali mayoritas atas pengambilan keputusan strategis grup — termasuk rencana ekspansi dan akuisisi properti.

Berapa Omzet Grup Hotel Suba?

Kinerja keuangan Grup Hotel Suba menunjukkan tren pertumbuhan yang kuat dalam dua tahun terakhir. Untuk tahun fiskal yang berakhir 31 Maret 2025 (FY25), Suba Hotels mencatat pendapatan dari operasi sekitar ₹79,98 crore dengan laba bersih (PAT) sekitar ₹15,15 crore dan total aset sekitar ₹123,04 crore.

Lonjakan yang lebih signifikan terjadi pada FY26, di mana pendapatan melonjak 45% year-on-year menjadi sekitar ₹115,89 crore dan PAT mencapai ₹18,01 crore — naik 19% dibanding tahun sebelumnya. Entrepreneur India melaporkan bahwa pertumbuhan ini didorong oleh ekspansi jaringan hingga mencapai 100 properti serta peningkatan okupansi pasca-IPO.

Profitabilitas dan Efisiensi Operasi

Analisis dari InvestorZone menunjukkan bahwa margin EBITDA Suba Hotels meningkat dari sekitar 24,85% pada FY 2022–2023 menjadi sekitar 29,09% pada FY 2024–2025. Return on Capital Employed (ROCE) juga naik hingga sekitar 35,55%, mengindikasikan peningkatan efisiensi operasi yang solid (InvestorZone).

Intinya: Suba Hotels mencatat pertumbuhan pendapatan dua digit dan perbaikan margin operasi yang konsisten, menjadikannya salah satu jaringan hotel menengah dengan kinerja keuangan terkuat di India sebelum melantai di bursa.

Apa Itu Hotel Suba International?

Hotel Suba International adalah properti unggulan dalam portofolio Suba Hotels yang berlokasi strategis di dekat Terminal 2 Bandara Internasional Mumbai. Properti ini diposisikan sebagai hotel bintang empat yang melayani wisatawan bisnis dan transit yang membutuhkan akses cepat ke bandara (Situs Resmi Suba Hotels).

Lokasi dan Fasilitas

Hotel Suba International berada dalam jarak tempuh singkat dari Terminal 2 Bandara Internasional Chhatrapati Shivaji Maharaj Mumbai, menjadikannya pilihan utama bagi pelancong yang memiliki penerbangan lanjutan atau transit semalam. Fasilitas yang ditawarkan mencakup kamar ber-AC, TV layar datar, minibar, restoran, pusat kebugaran, dan layanan antar-jemput bandara.

Berdasarkan data dari platform pemesanan dan ulasan, properti ini mendapat peringkat yang baik dari wisatawan bisnis yang menghargai lokasi dan kebersihan kamar, meskipun beberapa ulasan menyebutkan bahwa fasilitas rekreasi masih terbatas dibandingkan hotel bintang empat di pusat kota.

Siapa Investor Anchor di Suba Hotels?

Menjelang pembukaan IPO, Suba Hotels mengamankan pendanaan sebesar lebih dari ₹21 crore dari investor anchor. Berdasarkan laporan The Week yang mengutip siaran PTI, perusahaan mengalokasikan sekitar 19,17 lakh (1,917 juta) saham kepada anchor investor dengan harga ₹111 per saham, yakni batas atas price band (The Week / PTI).

Menurut laporan Soul of Hospitality, partisipasi anchor investor ini dipandang sebagai sinyal positif kepercayaan pasar terhadap prospek pertumbuhan Suba Hotels di sektor perhotelan India yang sedang pulih pasca-pandemi (Soul of Hospitality).

Penggunaan Dana IPO

Prospektus IPO yang dirangkum oleh HDFC Sky menyatakan bahwa sekitar 70,9% dari dana IPO — atau sekitar ₹53,48 crore — akan dialokasikan untuk belanja modal guna upgrade properti hotel yang sudah ada. Sisanya sekitar ₹21,99 crore digunakan untuk kebutuhan korporasi umum (HDFC Sky).

Yang perlu dicermati: Alokasi dana yang dominan untuk upgrade properti menunjukkan bahwa Suba Hotels memilih strategi peningkatan nilai aset eksisting dibandingkan ekspansi agresif membangun hotel baru — pendekatan yang lebih konservatif namun berpotensi meningkatkan pendapatan per kamar secara langsung.

Apa Jaringan Hotel Besar Lainnya (Big 4) dan Bagaimana Suba Dibandingkan?

Rantai hotel besar global yang dikenal sebagai “Big 4” mencakup Marriott International, Hilton Worldwide, InterContinental Hotels Group (IHG), dan Choice Hotels. Keempat jaringan ini mendominasi pasar perhotelan global dengan ribuan properti di berbagai negara. Di India, Marriott dan IHG memiliki kehadiran yang kuat di segmen mewah dan bisnis atas, sementara Choice Hotels dan Hilton lebih fokus pada segmen menengah dan ekonomi.

Sebagai perbandingan, Suba Hotels adalah jaringan hotel terbesar ke-9 di India — bukan pemain global, tetapi memiliki posisi yang solid di pasar domestik. Dengan portofolio lebih dari 100 properti dan pendapatan ₹115,89 crore, Suba bersaing langsung dengan jaringan menengah India lainnya seperti Treebo, FabHotels, dan Lemon Tree Hotels di segmen harga menengah.

Valuasi Relatif

Menurut analisis dari IPOPlatform, P/E pasca-IPO Suba Hotels sekitar 17,76x — berada di bawah rata-rata sektor hospitality India yang sekitar 20,33x. Hal ini menunjukkan bahwa valuasi Suba Hotels tergolong konservatif dibandingkan rata-rata sektor, yang dapat diartikan sebagai ruang apresiasi lebih lanjut jika kinerja keuangan terus membaik (IPOPlatform).

Intinya: Suba Hotels bukan pesaing langsung Big 4 di segmen global, tetapi memiliki posisi yang nyaman sebagai jaringan hotel independen terbesar ke-9 di India dengan valuasi yang lebih moderat dibandingkan rata-rata sektor — menarik bagi investor yang mencari eksposur ke perhotelan domestik India.

Alternatif Jaringan Hotel di India

Bagi wisatawan atau investor yang ingin membandingkan Suba Hotels dengan jaringan hotel lain di India, beberapa alternatif yang relevan meliputi:

  • Lemon Tree Hotels — jaringan hotel menengah yang juga terdaftar di bursa India, dengan fokus pada segmen bisnis dan liburan.
  • Treebo Hotels — jaringan hotel ekonomi yang berbasis teknologi dengan model franchise.
  • FabHotels — jaringan hotel budget yang melayani wisatawan bisnis dengan tarif terjangkau.
  • Indian Hotels Company Limited (Taj Hotels) — jaringan hotel mewah milik Tata Group, pesaing di segmen atas.

Rekomendasi Kami

Untuk wisatawan bisnis yang mencari hotel dekat Bandara Mumbai, Suba International adalah pilihan yang solid dengan lokasi strategis dekat T2 dan fasilitas yang memadai untuk transit singkat. Untuk investor yang meneliti IPO Suba Hotels, fundamental keuangan yang kuat — pertumbuhan pendapatan 45% YoY, margin EBITDA yang membaik, dan valuasi P/E di bawah rata-rata sektor — menjadikan saham ini layak dipertimbangkan sebagai eksposur ke sektor perhotelan domestik India. Untuk pelancong yang ingin menginap di properti Suba di Ayodhya atau Varanasi, portofolio multi-merek grup ini menawarkan opsi dari segmen ekonomi hingga menengah yang sesuai dengan berbagai anggaran.

Linier Perkembangan Suba Hotels

  • 1994 — Suba Group of Hotels didirikan oleh Mansur Mehta di Mumbai, India (LinkedIn – Suba Group of Hotels)
  • FY 2022–2023 — Margin EBITDA tercatat sekitar 24,85% (InvestorZone)
  • FY 2024–2025 — Pendapatan ₹79,98 crore, PAT ₹15,15 crore, margin EBITDA naik ke 29,09% (Bajaj Finserv)
  • 26 September 2025 — Pengumuman rencana IPO dengan ukuran emisi ₹75,47 crore di NSE SME (Finology)
  • 28 September 2025 — Suba Hotels mengamankan ₹21 crore dari anchor investor (The Week / PTI)
  • 29 September – 1 Oktober 2025 — Masa penawaran IPO dengan oversubscription 15,4 kali (Zerodha)
  • 7 Oktober 2025 — Listing di NSE SME di harga ₹154,20 (+38,9% dari harga IPO) (Groww)
  • FY26 (post-listing) — Pendapatan mencapai ₹115,89 crore (+45% YoY), PAT ₹18,01 crore, jaringan mencapai 100 properti

Pertanyaan Umum tentang Suba Hotels

Apa saja merek di bawah Suba Hotels?

Suba Hotels mengelola portofolio multi-merek yang mencakup Suba International, Suba Palace, Suba Elite, Suba Star, dan Suba Comfort — masing-masing menyasar segmen dari mewah hingga ekonomi di berbagai kota India.

Siapa pendiri Grup Hotel Suba?

Grup Hotel Suba didirikan dan dimiliki oleh Mansur Mehta, seorang pengusaha perhotelan India yang telah membangun jaringan ini sejak 1994, dengan kantor pusat di Mumbai.

Berapa pendapatan Suba Hotels tahun fiskal terakhir?

Untuk FY26, Suba Hotels mencatat pendapatan sekitar ₹115,89 crore — naik 45% dibanding FY25 yang sebesar ₹79,98 crore. Laba bersih (PAT) mencapai ₹18,01 crore.

Di mana lokasi Hotel Suba International?

Hotel Suba International berlokasi di dekat Terminal 2 Bandara Internasional Chhatrapati Shivaji Maharaj Mumbai, menjadikannya pilihan utama bagi pelancong transit dan wisatawan bisnis yang membutuhkan akses cepat ke bandara.

Berapa dana yang dihimpun Suba dari investor anchor?

Suba Hotels menghimpun lebih dari ₹21 crore dari investor anchor dengan mengalokasikan sekitar 19,17 lakh saham pada harga ₹111 per saham sebelum IPO dibuka untuk publik.

Apa peringkat Suba Hotels di India?

Suba Hotels adalah jaringan hotel independen terbesar ke-9 di India berdasarkan jumlah properti, dengan portofolio lebih dari 100 hotel di berbagai kota.

Apakah Suba Hotels bagian dari rantai hotel Big 4?

Tidak. Suba Hotels bukan bagian dari Big 4 (Marriott, Hilton, IHG, Choice Hotels). Suba adalah jaringan hotel independen domestik India yang bersaing di segmen menengah bersama jaringan seperti Treebo, FabHotels, dan Lemon Tree Hotels.

Spesifikasi Grup Suba Hotels

Nama ResmiSuba Hotels Limited
Kantor PusatMarathon Nextgen Innova, Lower Parel, Mumbai, India
Pendiri & PemilikMansur Mehta
Tahun Berdiri1994
Papan ListingNSE SME (NSE Emerge)
Tanggal Listing7 Oktober 2025
Kode SahamSuba Hotels (tersedia di NSE SME)
Jumlah Properti100+ hotel
Merek yang DikelolaSuba International, Suba Palace, Suba Elite, Suba Star, Suba Comfort
Segmen PasarEkonomi hingga mewah
Pendapatan FY26₹115,89 crore
PAT FY26₹18,01 crore
Margin EBITDA (FY24–25)~29,09%
ROCE (FY24–25)~35,55%
P/E Pasca-IPO~17,76x

“Suba Hotels has secured over ₹21 crore from anchor investors ahead of its initial public offering (IPO).”

– Laporan Soul of Hospitality, Media industri hospitality

“The Rs 75.47-crore initial public offering (IPO) will hit the capital markets on September 29 and conclude on October 1.”

– PTI wire copy, Kantor berita
Additional sources

ipoplatform.com, etnownews.com

The bottom line: ipoplatform.com, etnownews.com